
Sinergi USM Malaysia dan UNAIR: Membumikan SDGs Lewat Kolaborasi Internasional
Perguruan tinggi kini memegang peran krusial bukan sekadar sebagai menara gading akademik, melainkan sebagai motor penggerak perubahan global. Semangat ini tercermin dalam Guest Lecture bertajuk “Sharing Session: SDGs Good Practice between USM and UNAIR” yang digelar di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR), Senin (13/4/2026).
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian program “Student Holistic International Networking & Engagement (SHINE 2026). Program student mobility hasil kolaborasi antara UNAIR dan Universiti Sains Malaysia (USM) tersebut mengusung tema besar “Transformative Learning Through International Collaboration and Sustainability.”
Hadir sebagai pembicara utama, Dr. Nik Norliati Fitri Md Nor dari USM, memaparkan bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke dalam kebijakan operasional dan kurikulum. Dalam paparannya, USM menekankan strategi “Strengthen, Scale, Lead” yang menargetkan kepemimpinan global dalam isu keberlanjutan pada tahun 2030.
“Keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Di USM, kami menerapkan prinsip ‘Campus as Living Biodiversity’, di mana lingkungan kampus menjadi laboratorium hidup untuk konservasi flora dan fauna,” ujar Dr. Nik. Ia juga menambahkan bahwa USM menargetkan penggunaan energi terbarukan sebesar 30% dan pencapaian net-zero carbon pada tahun 2040.
Selain aspek lingkungan, program SHINE 2026 juga menyoroti pentingnya keterlibatan komunitas melalui inisiatif “MyREAL”. Melalui kemitraan dengan lebih dari 30 komunitas, mahasiswa dan peneliti didorong untuk memberikan dampak langsung dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Dr. Sendy Ayu Mitra Uktutias, S.ST., M.Kes dari Sekolah Pascasarjana UNAIR menyambut baik pertukaran praktik baik ini. Menurutnya, kolaborasi internasional melalui SHINE 2026 memberikan perspektif transformatif bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas tantangan global secara holistik.
Integrasi SDGs di kedua universitas ini tidak hanya berhenti di level kebijakan, tetapi merambah hingga ke ruang kelas. USM sendiri telah memetakan 17 poin SDGs ke dalam kurikulum di 12 fakultas, memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi keberlanjutan.
Melalui SHINE 2026, UNAIR dan USM membuktikan bahwa jaringan internasional yang kuat adalah kunci untuk mengakselerasi pencapaian target-target global. Sebagaimana pesan yang tertuang dalam program ini, pendidikan masa depan adalah pendidikan yang kolaboratif, melintasi batas negara, dan berorientasi penuh pada keberlanjutan bumi.


