Berdasarkan data dari Global Competition Report yang dikeluarkan oleh World Economic Forum tahun 2019, pendapatan per kapita Indonesia berada pada peringkat 52 dunia yang sebelumnya berada pada peringkat 45 dunia. Peringkat pendapatan per kapita paling tinggi dipegang oleh Singapura, sedangkan Negara tetangga yakni Malaysia berada pada posisi ke-27 dan Thailand berada pada posisi ke-40. Pendapatan per kapita Indonesia yang paling tinggi tercatat adalah berada pada peringkat 34 dunia pada tahun 2014 – 2015. Hal ini sangat penting digunakan untuk tolak ukur kinerja pemerintah karena adanya korelasi yang tinggi antara ranking daya saing bangsa dengan pendapatan per kapita yang dimiliki. Posisi ini tentulah tidak permanen. Jika Indonesia tidak bisa mengembangkan skill, maka apa yang akan dibutuhkan dan ditargetkan Indonesia untuk menjadi Negara maju di 100 tahun merdeka akan sulit untuk didapatkan.
World Economic Forum sudah memproyeksikan bahwa dalam 5 tahun kedepan setengah dari pekerjaan manusia akan digantikan oleh mesin. Hal ini sudah ditunjukkan pada data tahun 2018 bahwa 29% pekerjaan manusia telah digantikan oleh mesin. Selanjutnya, pada tahun 2022 diprediksi bahwa sebanyak 75 juta pekerja akan digantikan oleh mesin. Namun, disaat yang sama, akan ada 132 juta pekerjaan baru yang ditawarkan industri-industri dimana pekerjaan tersebut pasti membutuhkan keterampilan. Hal ini yang membuat World Economic Forum membuat inovasi berupa ‘Reskilling Revolution’ yang dilaksanakan di awal tahun 2020 untuk memastikan setiap orang di dunia mendapatkan pendidikan dan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia. Oleh sebab itu, pada Selasa (26/1),
Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga melalui Airlangga Forum edisi ke-24 menggelar wadah diskusi yang membahas mengenai “Soft Launching Non-Degree Program” dengan menghadirkan 2 (dua) narasumber yakni Prof. Badri Munir Sukoco (Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga) dan Tuwanku Aria Auliandri, S.E., M.Sc. (Manajer Executive Learning Hubs Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga), serta dipandu oleh Assoc. Prof. Suparto Wijoyo (Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga). Forum ini dilaksanakan untuk membahas 2 (dua) program Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga yaitu Degree Program dan Non-Degree Program guna meningkatkan daya saing sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Kedua program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang dapat mendukung program prioritas pertama Kabinet Indonesia Maju sesuai dengan amanat dari Presiden Republik Indonesia. Pada Degree Program saat ini terdapat 7 (tujuh) program studi yaitu 6 (enam) program studi Magister (Ilmu Forensik, Imunologi, Kajian Ilmu Kepolisian, Manajemen Bencana, Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Sains Hukum dan Pembangunan) dan 1 program studi Doktoral (Pengembangan Sumber Daya Manusia), serta masih terdapat 7 (seven) program studi baru yang nantinya akan dibuka di Sekolah Pascasarjana.
Selain Degree Program, juga terdapat Non-Degree Program dimana program ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang beragam sesuai kebutuhan stakeholder. Dalam Non-Degree Program terdapat model Executive Learning Hubs yang akan menunjang kebutuhan di masa depan. Executive Learning Hubs sendiri menyediakan berbagai macam pelatihan-pelatihan secara online yang didampingi oleh tenaga profesional dari Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga. Adapun fasilitas lain yang diberikan adalah short course yang terprogram, short course berbasis custom atau in-house, dan short course riset di berbagai organisasi dan instansi pemerintah. Untuk mengetahui lebih lengkap terkait Executive Learning Hubs dapat dilihat melalui situs web resmi Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga: www. pasca.unair.ac.id/elh
Streaming Youtube silahkan klik =
https://www.youtube.com/channel/UCrfhfJGrXrIV5L-IXeU9xrQ/featured
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform/

