pengabdian
masyarakat (pengmas)

Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga

A. Follow Social Media

Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga

Instagram

pascasarjana_unair

Facebook

Pasca Unair

Tiktok

@pasca_unair

Youtube

Sekolah Pascasarjana UNAIR Channel

B. Pengabdian Masyarakat:
S2 Magister Sains Hukum & Pembangunan

1. Pengabdian Masyarakat di Desa Sukobendu, Lamongan

2. Pengabdian Masyarakat di Desa Sumber Bendo, Mantup – Lamongan

Pendampingan Desa Wisata: Merintis Budidaya Jeruk

4. Liputan berita pendampingan Merintis Desa Wisata berbasis Edukasi Lingkungan.
saranapos.com

C. Pengabdian Masyarakat:
S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pengabdian Masyarakat di Kampung Tengger Madura

D. Pengabdian Masyarakat:
S2 Kajian Ilmu Kepolisian

Pengabdian Masyarakat di DeDurian Park, Wonosalam

E. Pengabdian Masyarakat: S2 Manajemen Bencana

1. Pengabdian Masyarakat di Desa Mengare, Gresik

2. Program Sanitasi Air Bersih di Desa Watuagung Mengare
(www.gresik.com)

F. Pengabdian Masyarakat: S2 Imunologi

1. Laporan Pengabdian Masyarakat Desa Kandat, Kec. Kandat, Kab. Kediri, tanggal 31 Jul 2021
2. Laporan Pengabdian Masyarakat Desa Kalimas, Kec. Besuki, Kab. Situbondo, tanggal 14 Aug 2021

G. Pengabdian Masyarakat: S2 Ilmu Forensik

H. Pengmas "Model Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan dan Potensi Lokal Melalui Upaya Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mendukung Pembangunan Pariwisata di Desa Aik Berik Lombok Tengah"

Skema Program Pengembangan Desa Binaan (PPDB) tahun 2023

I. Pengabdian Masyarakat DAPT dengan Topik Akselerasi Pertumbuhan dan Pemberdayan Masyarakat Lokal Melalui Sinergi dengan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan pada tanggal 7-9 Maret 2024 di Desa Karang Sidemen, kabupaten Lombok Tengah.

PENGMAS - KONI JATIM GANDENG SPS UNAIR LAKUKAN PENDAMPINGAN "E - CONTRACT"
Pengabdian Masyarakat Doktor Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana UNAIR

PENGMAS - Pendampingan Pengembangan Desa Wisata Tematik Integratif di Kecamatan Dongko, Trenggalek

PENGMAS - Desa Montok (Kab. Pamekasan) dan Desa Kaduara Timur
Pengabdian Masyarakat Program Studi Magister Ekonomi Kesehatan Sekolah Pascasarjana UNAIR

Prodi Magister EKonomi Kesehatan Sekolah Pascasarjana UNAIR (Prodi MEK SPs UNAIR) melakukan kegiatan Pengmas skema PPDB di Desa Kaduara Timur, Kec. Pragaan, Kabupaten Sumenep. PKM Ini bersifat multiyear, dimana kegiatan ini adalah aktivitas Tahun I dari dua tahun kegiatan. Tema kegiatan pada Tahun I adalah: “Mengenalkan Wahana Wisata Sumber Air Belerang MISGILOMI sebagai wahana wellness tourism di Kabupaten Sumenep, Madura dan sekitarnya”. Kegiatan ini diketuai oleh Ni made Sukartini (Prodi MEK SPs); Akhmad Solihin dan Akhmad Jayadi (FEB UNAIR) dan Jani Purnawanthy (FH UNAIR). Sinergi team antar fakultas diharapkan mampu membantu upaya promosi wahana wellness tourism ini dengan baik dan berkelanjutan. Selamat menikmati vidio PKM kami. Terima kasih.

PENGMAS - PENGEMBANGAN BUMDes DESA MEDAYU KEC, SURUH

PENGMAS - IDENTIFIKASI DAN PENGEMBANGAN POTENSI BUMDEs DESA GAMPENG KECAMATAN NGLUYU KABUPATEN NGANJUK PROVINSI JAWA TIMUR

PENGMAS - EDUKASI MAKANAN BERGIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR UNTUK PENGADAAN KANTIN SEHAT DI SDN MEJOYO, DESA MEJOYO KABUPATEN MOJOKERTO, JAWA TIMUR

J. Pengabdian Masyarakat DAPT Universitas Airlangga

Pengabdian Masyarakat di Desa Karang Sidemen, Lombok Tengah

Di jantung Kabupaten Lombok Tengah, Desa Karang Sidemen, yang berada di Kecamatan Batukliang Utara, sedang menapaki jalur baru menuju transformasi yang mengesankan. Inisiatif yang digagas oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga melalui program pengmas DAPT tidak hanya membuka peluang baru untuk mengeksplorasi potensi lokal tetapi juga bertujuan untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat setempat serta menjaga keselarasan dengan alam sekitar. Hijrah Saputra, ketua kegiatan sekaligus peneliti dari Universitas Airlangga, menyoroti pentingnya membangun identitas yang khas dan menarik untuk setiap destinasi. Beliau mengungkapkan, “Desa Karang Sidemen memiliki ciri khas yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik yang kuat untuk wisatawan, sehingga penting bagi kami untuk membentuk dan memperkuat identitas desa ini.” Identitas tersebut meliputi keindahan alam, keramahan warga lokal, serta produk-produk lokal unggulan yang menjadi simbol kebanggaan dan potensi ekonomi desa.

Desa ini, berlokasi strategis bersebelahan dengan Desa Aik Berik, diuntungkan dengan sumber daya alam yang melimpah dan tradisi budaya yang autentik. Hijrah menambahkan, “Produk lokal seperti kopi dan buah-buahan tropis yang lezat dari Karang Sidemen sangat potensial untuk dijadikan sebagai komoditas utama dalam mengundang wisatawan serta memperkuat ekonomi desa.” 

Inisiatif ini menargetkan integrasi antara pariwisata dan pelestarian lingkungan sebagai salah satu pilar utama pembangunan berkelanjutan di Desa Karang Sidemen. Hijrah menjelaskan, “Kami berupaya menciptakan keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian alam, mengarah pada tujuan pembangunan yang berkelanjutan yang akan menguntungkan seluruh elemen masyarakat.”

Melalui kegiatan FGD yang diadakan bersama kelompok Masyarakat Tani Hutan, tim Universitas Airlangga berhasil mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat dikembangkan serta menangkap kebutuhan spesifik masyarakat. Berbagai workshop yang akan diselenggarakan pada tahun 2024 ini, seperti pengembangan produk lokal, aplikasi teknologi tepat guna, strategi pemasaran digital, pengelolaan keuangan, serta desain dan packaging produk, diharapkan akan meningkatkan kemampuan dan kapasitas lokal, mendorong inovasi dan kemandirian. 

Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum, sebagai Wakil Direktur 3 Sekolah Pascasarjana, mengungkapkan dukungan penuhnya untuk kesuksesan inisiatif ini, menekankan peran Universitas Airlangga sebagai mitra strategis bagi pengembangan Desa Karang Sidemen. Di sisi lain, Bapak Yuda Praya Cindra Budi, SH, Kepala Desa Karang Sidemen, mengapresiasi kerjasama ini, menyatakan harapannya agar desa ini bisa menjadi contoh pembangunan berkelanjutan yang memberi manfaat luas.

Dengan sinergi ini, Desa Karang Sidemen bersiap menuju transformasi yang inklusif dan berkelanjutan, menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi global, menjanjikan masa depan yang cerah bagi masyarakatnya. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang kami ambil hari ini akan membentuk fondasi yang kokoh untuk generasi mendatang,” tutup Hijrah Saputra, menggarisbawahi visi bersama untuk masa depan Desa Karang Sidemen yang lebih baik.

K. Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan untuk Batik Sleman: Kolaborasi Universitas-Pengrajin Meningkatkan Nilai Tambah Produk Lokal

Sleman, (Sabtu, 21 Juni 2025) – Kolaborasi sinergis terjalin antara akademisi lintas bidang ilmu dari dua universitas di Indonesia, Laboratorium Sistem Manufaktur Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) bersama dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (SPs UNAIR), yang berfokus pada peningkatan nilai tambah produk lokal, melalui workshop dengan tema “Pengepakan Produk Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk Lokal.”

Kegiatan ini secara khusus menargetkan para pengrajin Batik Arimbi dari Kabupaten Sleman, yang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang acara. Workshop ini menekankan pentingnya mendesain dan mengimplementasikan kemasan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga selaras dengan prinsip ramah lingkungan, sejalan dengan meningkatnya kesadaran pasar global terhadap isu keberlanjutan. Kegiatan ini merupakan salah satu respons langsung terhadap tren pasar global yang semakin mengedepankan tanggung jawab lingkungan dalam setiap aspek bisnis. Melalui kegiatan ini, para peserta dibukakan wawasan mengenai inovasi terkini dalam material kemasan serta strategi pemasaran produk yang berkelanjutan, memastikan bahwa produk lokal Indonesia dapat bersaing di pasar global dengan mengedepankan karakter identitas yang kuat.

Puncak acara ditandai dengan sesi demonstrasi dan presentasi pameran produk oleh para peserta. Dengan bimbingan dari para narasumber, pengrajin Batik Arimbi memamerkan produk batik mereka yang telah dikemas ulang dengan sentuhan inovasi ramah lingkungan. Hasil karya para peserta ini kemudian dinilai secara langsung oleh Dr. Inaki Maulida (FT Universitas Indonesia) dan Dr. Arif R Hakim (SPs UNAIR), yang memberikan umpan balik konstruktif untuk pengembangan lebih lanjut.

Eco-Friendly Packaging” menjadi upaya untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sepanjang siklus hidup produk, mulai dari bahan baku, proses produksi, penggunaan, hingga pembuangan atau daur ulang. Inisiatif seperti ini sangat penting untuk memberdayakan UMKM kita, khususnya pengrajin batik, dalam melakukan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Implementasi praktik bisnis yang berkelanjutan juga dapat membangun citra positif bagi Batik Arimbi sebagai pelaku usaha yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat, sebuah nilai tambah yang tak ternilai di mata konsumen modern.” ujar Dr. Inaki Maulida. Ditambahkan Dr. Arif, “Dengan kemasan yang tepat dan ramah lingkungan, produk lokal kita akan semakin bernilai tambah. Produk mereka akan menonjol di antara kompetitor, baik di pasar domestik maupun internasional, sehingga berpotensi besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas.”.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan daya saing produk lokal, khususnya dari para pengrajin di Kabupaten Sleman. Selain dapat menjadi platform penting untuk membangun jaringan dan kolaborasi. Pertemuan antara akademisi lintas Universitas, Dr. Inaki Maulida (FT Universitas Indonesia) dan Dr. Arif R Hakim (SPs UNAIR), dengan para pengrajin Sleman diharapkan dapat menciptakan sinergi yang berharga, dalam membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut, pengembangan produk inovatif, serta program pendampingan berkelanjutan di masa depan. Secara keseluruhan, program pengabdian masyarakat ini ingin mendorong investasi pada masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan bagi industri kerajinan lokal di Kabupaten Sleman. Dengan bekal pengetahuan dan best practice, diharapkan para pengrajin Batik Arimbi dapat menjadi pelopor dalam gerakan ekonomi hijau, menginspirasi UMKM lain untuk mengikuti jejak yang sama, dan pada akhirnya, membawa produk-produk lokal Indonesia bersinar di kancah global dengan tetap menjaga kelestarian bumi.

Rekap Data: Pengabdian Masyarakat SPS Unair