Pengabdian Internasional SHINE 2026

Ikhtiar Kolektif Melawan Kanker Serviks di Kampung Nelayan, USM Malaysia dan SPs UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional

Selasa (14/4/2026), aroma air laut dan suara ombak menyambut kedatangan delegasi dari Universiti Sains Malaysia (USM) di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak. Di tengah suasana hangat khas pesisir, sebuah langkah nyata untuk menjaga kesehatan masyarakat sedang ditenun melalui kolaborasi internasional yang bertajuk “Student Holistic International Networking & Engagement” (SHINE 2026).

Acara yang merupakan buah kerja sama antara Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) dan USM Malaysia ini bukan sekadar kunjungan seremoni. Ia menjadi ruang pertemuan antara akademisi, praktisi kesehatan, dan masyarakat Kampung Nelayan untuk bersatu melawan ancaman kanker serviks yang kian nyata.

Sambutan Hangat dari Jantung Pesisir

Kehadiran delegasi USM dan UNAIR disambut dengan penuh kehangatan oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Acara dibuka dengan sambutan dari para pejabat, termasuk Sekretaris Camat Bulak, Indah Nur Hayati, S.E., M.T., Sekretaris Lurah Kedung Cowek, Vivi Laitupa, S.P., M.M., dan Kepala Puskesmas Kenjeran, dr. Rosna Suswanti. Semuanya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya agenda pengabdian masyarakat internasional ini.

Kehadiran tim Puskesmas Kenjeran dalam acara ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah setempat untuk bersinergi dalam upaya pencegahan penyakit. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang harmonis antara akademisi dan praktisi kesehatan untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat.

Penyuluhan HPV: Membuka Wawasan, Menyebarkan Harapan

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penyuluhan mengenai Human Papillomavirus (HPV) oleh Dr. Ni Luh Ayu Megasari, S.Gz., M.Ked.Trop., seorang pakar penyakit tropis dan dosen dari prodi imunologi Sekolah Pascasarjana UNAIR. Dalam paparannya, Dr. Ni Luh Ayu Megasari menyampaikan materi secara general mengenai HPV, mulai dari pengertian, penularan, hingga pencegahan.

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa infeksi HPV merupakan penyebab utama kanker serviks pada wanita. Namun, yang menarik, teknologi ini tidak hadir untuk menggantikan peran petani, melainkan sebagai “asisten setia” yang membantu mereka mengambil keputusan.

“HPV adalah virus yang sangat umum. Sebagian besar orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV di beberapa titik dalam hidup mereka. Namun, tidak semua infeksi HPV menyebabkan kanker. Sebagian besar infeksi HPV akan sembuhdengan sendirinya tanpa menimbulkan masalah kesehatan,” jelas Dr. Ni Luh Ayu Megasari.

Penyuluhan ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat, khususnya para wanita, akan pentingnya pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV dan skrining rutin. “Vaksinasi HPV adalah cara yang sangat efektif untuk mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks. Selain itu, skrining rutin dengan tes Pap atau tes DNA HPV juga sangat penting untuk mendeteksi dini perubahan sel serviks yang dapat menjadi kanker,” tambah Dr. Ni Luh Ayu Megasari.

Menuju Masa Depan yang Lebih Sehat

Apresiasi dari masyarakat dan perangkat desa di Kelurahan Kedung Cowek sangat tinggi atas terselenggaranya agenda pengabdian masyarakat internasional ini. Warga sangat antusias mengikuti penyuluhan mengenai HPV dan merasa terbantu dengan informasi yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada USM dan UNAIR atas penyuluhan ini.

Sekarang kami jadi lebih paham tentang HPV dan cara mencegah kanker serviks. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujar salah satu warga Kampung Nelayan.

Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tapi Indonesia membutuhkan lebih banyak orang yang mau turun ke lumpur dengan membawa solusi. Hari ini, Universitas Airlangga bersama USM Malaysia menunjukkan semangat dalam melahirkan kampus berdampak dan keberlanjutan.