Kolaborasi untuk Penguatan SDM Kesehatan

Audiensi SPs UNAIR ke Kemenkes RI: Perkuat Kompetensi SDM Kesehatan melalui Kolaborasi Pendidikan Multidisiplin

Upaya penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan nasional terus dipacu melalui kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan instansi pemerintah. Langkah strategis ini tercermin dalam audiensi yang dilakukan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) dengan Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Selasa (21/4/2026).

Pertemuan delegasi Sekolah Pascasarjana UNAIR yang dipimpin langsung oleh Koordinator Program Studi Magister Ekonomi Kesehatan, Dr. Wahyu Aditama Putra Mukti Wibawa, SE., M.Si. didampingi Ketua Satuan Penjaminan Mutu Sekolah Pascasarjana Dr..Haryono, S.Kep.Ns., M.Kep. dan disambut hangat oleh Dwi Meilani, SKM., M.KM. Kepala PusatPengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tersebut menjadi jembatan penting untuk menyelaraskan kurikulum akademis dengan kebutuhan riil birokrasi kesehatan di lapangan. Fokus utama pembicaraan tertuju pada pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkes salah satunya melalui program Magister Ekonomi Kesehatan yang kini menjadi salah satu pilar unggulan di UNAIR.

Kebutuhan Multidisiplin

Di tengah kompleksitas tata kelola kesehatan global, pendekatan ekonomi kesehatan menjadi krusial. Program Magister Ekonomi Kesehatan SPs UNAIR, yang telah mengantongi akreditasi Unggul dari LAMEMBA sejak 2024, menawarkan perspektif baru dalam pengelolaan sumber daya kesehatan yang efektif dan efisien.

Kurikulum program ini telah diselaraskan dengan standar terbaru melalui skema Outcome-Based Education (OBE) dan berbasis studi kasus. Hal ini memungkinkan para praktisi kesehatan maupun aparatur negara untuk tidak hanya memahami aspek medis, tetapi juga tajam dalam analisis biaya, efektivitas program, hingga kebijakan fiskal kesehatan yang berkelanjutan.

Fleksibilitas dan Pendidikan Eksekutif

Sadar akan keterbatasan waktu para praktisi dan birokrat, Sekolah Pascasarjana UNAIR menawarkan fleksibilitas dalam proses pembelajaran. Penerapan kelas hybrid serta pilihan waktu perkuliahan di akhir pekan menjadi jawaban bagi aparatur sipil negara (ASN) yang ingin tetap meningkatkan kapasitas intelektual tanpa meninggalkan tanggung jawab profesi. Selain program formal magister dan doktoral, kolaborasi ini juga menyentuh ranah pengembangan kepemimpinan jangka pendek melalui Executive Learning Hub.

Program non-degree dengan durasi satu hingga dua minggu ini dirancang secara khusus sesuai kebutuhan instansi, mencakup topik kepemimpinan hingga pelayananprima. Model pendidikan berbasis permintaan (demand-driven) ini diharapkan mampu menjawab tantangan spesifik yang dihadapi oleh pusat-pusat kesehatan di bawah naungan Kementerian Kesehatan.

Inisiatif Beasiswa dan Dukungan Ahli

Potensi sinergi ini juga diperkuat dengan skema kemitraan yang menarik. Melalui pembentukan kelas khusus, terdapat peluang pemberian beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh para ASN berprestasi. Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial akademis untuk memastikan pendidikan tinggi berkualitas dapat diakses oleh mereka yang berada di garda depan pelayanan publik.

Lebih jauh, kerjasama ini membuka pintu bagi dukungan tenaga ahli dari UNAIR sebagai narasumber dalam berbagai program pengembangan kompetensi di Kementerian Kesehatan. Topik-topik strategis seperti pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) hingga orientasi (onboarding) bagi pimpinan rumah sakit menjadi poin krusial yang dapat memperkuat fondasi manajerial kesehatan di Indonesia.

Capaian Universitas Airlangga yang kini bertengger di peringkat kedua nasional dan posisi 287 dunia menjadi modal kepercayaan yang kuat. Kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan sebuah ikhtiar panjang untuk memastikan bahwa setiap kebijakan kesehatan di masa depan lahir dari tangan-tangan kompeten yang dibekali dengan pemikiran akademis yang jernih dan data yang akurat.