WAPRES Ma’ruf Amin Tekankan Penguatan MITIGASI Bencana, 

Dokter Agung : 1 dolar yang diinvestasikan untuk mitigasi bisa menghemat 10 dolar pada fase tanggap darurat dan fase pemulihan. 

Berita UNAIR Pascasarjana, Selasa 14 Maret 2023 – Melansir dari laman resmi setneg.go.id, Sepanjang tahun 2022, di Indonesia telah tercatat 3.544 kejadian bencana yang mengakibatkan ratusan korban jiwa, ribuan orang luka-luka, jutaan orang mengungsi, serta merusak puluhan ribu rumah dan fasilitas umum termasuk fasilitas pendidikan, kesehatan, maupun tempat peribadatan. Untuk itu ke depan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan prima untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana. 

“Pelayanan prima untuk melindungi masyarakat, termasuk dari risiko bencana, adalah prioritas kita,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin dalam sambutannya pada Penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2023, yang diselenggarakan di Jakarta International Expo, Jl. H. Benyamin Sueb No. 12 Jakarta Utara, Kamis (02/03/2023). 

Wapres mengingatkan, bahwa dalam hal penanggulangan bencana, Indonesia telah memiliki Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) Tahun 2020-2024 sebagai pedoman. Dimana visi besar RIPB untuk mewujudkan Indonesia Tangguh Bencana demi pembangunan berkelanjutan. 

“Tangguh bencana berarti Indonesia mampu menahan, menyerap, beradaptasi, dan pulih dari segala macam bencana secara tepat waktu, efektif dan efisien, demi mempertahankan dan melanjutkan kinerja, serta raihan prestasi Indonesia selama ini,” terang Wapres. 

Lebih jauh, Wapres menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana serta praktik-praktik penanggulangan bencana agar memperhatikan aspek keselamatan masyarakat dari risiko bencana. 

“Ketahanan bencana diarahkan tidak hanya dengan memperkuat mitigasi struktural, tetapi juga mitigasi secara kultural,” jelasnya. 

Selanjutnya, Wapres menuturkan perlunya kolaborasi antar pemangku kepentingan, khususnya dalam pembiayaan untuk bencana,baik dari sektor privat atau dunia usaha, maupun sektor publik atau pemerintah. 

“Perlunya peningkatan kerangka berpikir sadar bencana, termasuk dalam sisi pembiayaan,” kata Wapres.Di sisi lain, menurut Wapres mitigasi dari hulu ke hilir dalam menanggulangi bencana harus diperkuat untuk menekan dampak kerugian akibat bencana. 

dr. Agung Sugiarto Masrum, yang merupakan mahasiswa s2 Manajemen Bencana, Sekolah Pascasarjana UNAIR dalam program Airlangga Forum jumat (10/03/2023) dengan topik Orang Muda Bicara Indonesia Maju 2045, mengawali cerita dengan ketertarikan dirinya memilih S2 Manajemen Bencana, Sekolah Pascasarjana UNAIR, dimulai dari keterlibatannya dalam peristiwa tsunami aceh, gempa bumi di Padang, Gempa di Joga hingga Erupsi Merapi di Joga.  

Dari keikutsertaan dirinya diatas, dia melihat bahwa akan ada banyak hal yang bisa diberikan kepada para korban jiwa, maka terbitlah semangat untuk mencari program yang berhubungan kebencanaan dan terpilihlah Magister Manajemen Bencana di Universitas Airlangga, dimana manurutnya hanya di UNAIR Manajemen Bencana yang multi sektor sehingga persepktif keilmuannya lebih luas. ini mungkin adalah jalan hidup saya, dan mengikuti senior saya Dr. Christijogo Sumartono, yang juga aktif terlibat dalam penanganan kebencanaan. ungkapnya, menjawab kenapa memilih kebencanaan bukan malah seputar profesi dokter. 

dokter yang pada tahun 2022 terpilih sebagai tenaga kesehatan teladan Jawa Timur karena melahirkan gagasan layanan Pre Hospital Emergency Services sebagai upaya menekan angka kematian pasien. menyatakan bahwa Mitigasi adalah hal utama yang harus dikedepankan, karena baginya 1 dolar yang kita investasikan di Mitigasi bisa menghemat 10 dolar pada fase  tanggap darurat dan fase pemulihan. 

Mitigasi jangan diartikan kita melawa takdir Tuhan akan tetapi lebih kepada kesiapan warga atau masyarakat di suatu wilayah agar ketika bencana terjadi bisa dengan cepat dan sigap mengambil langkah-langkah yang terbaik, seperti slogan di Magister Manajemen Bencana Be Prepared, Be Resilience, Be Tough. 

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform/