Tim UNAIR Pascasarjana, Hari-1, Ekspedisi Kemanusiaan RSTKA di Pulau Sapeken, Madura

Tim UNAIR Pascasarjana, Ekspedisi Kemanusiaan RSTKA di Pulau Sapeken, Madura: Catatan-1 Perjalanan Ekspedisi

Perjalanan ekspedisi kemanusiaan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga, yang bermaterikan gabungan dari beberapa Fakultas termasuk Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga yang turut mengirimkan 2 dosen yaitu Dr. Hariyono, M.Kep. dan, Dr. Hijrah Saputra, ST., M.Sc. dan 2 mahasiwa yaitu Ika Zulkafika Mahmudah, S.Kep., Ns., dan Evi Susanti, S.Si., dimulai dengan jalur darat Surabaya menuju Kabupaten yang terletak di ujung timur pulau Madura yaitu Sumenep, menuju pelabuhan Kalianget, tempat dimana perjalanan ekspedisi ini dimulai.

Pelabuhan Kalianget merupakan titik pertama yang menjadi tempat dimana tim memulai ekspedisi ini, perjalanan dari pelabuhan Kalianget menuju Pulau Kangayan ditempuh menggunakan kapal cepat dan memakan waktu 3,5 jam, akan tetapi dalam prosesnya banyak mengalami kendala, dikarenakan gelombang dan ombak tinggi yang diiringi hujan menyebabkan kapal terlambat, perjalanan menuju Kapal RSTKA pun belum usai, karena harus dilanjutkan dengan perjalanan darat selama 2 jam menuju Pelabuhan Batu Guluk.

Dari Pelabuhan Batu Guluk tim harus kembali menaiki Sampan menuju kapal RSTKA melempar sauh di tengah laut, lalu sampailah tim di kapal layar yang menjadi garda terdepan Universitas Airlangga dalam berkontribusi nyata dalam hal kemanusiaan, yaitu Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga dan misi kali ini menuju Pulau Sapeken, Madura, perjalanan ekpedisi ini pun tak kalah menarik karena sempat mengalami kejadian kapal kandas, dikarenakan melewati perairan dangkal dan terdampar selama 1 jam, beruntung sedang surut dan kondisi gelombang tenang, akhirnya seluruh awak kapal dievakuasi menggunakan speed boat menuju posisi terbaik kapal RSTKA, perjalanan yang seharusnya memakan waktu 2 jam menjadi 3 jam, hingga akhirnya Sampai penginapan jam 23.00 WIB.

Agenda pagi harinya diawali dengan seluruh tim diminta melakukan morning report, lalu dilanjutkan dengan prosesi pembukaan acara yang dipimpin langsung oleh Bapak Aminullah camat desa Sapeken didampingi ketua comdev dr. Agus Hariyanto SpB., acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan edukasi salah satunya materi dari Magsiter Manajemen Bencana, Sekolah Pascasarjana Unair, yang memberikan materi kepada warga berupa Analisa Risiko Bencana serta Membangun Sistem Kewaspadaan Masyarakat serta simulasi gempa bumi, oleh Dr. Hijrah Saputra, ST., M.Sc dan Dr. Hariyono, M.Kep.

Menurut Kepala Desa Joni Junaidi, S.Pd. i. yang turut mengikuti kegiatan ini, dirinya secara pribadi dan ataa nama warga sangat berterima kasih sekali atas kehadiran tim RSTKA ini, karena sebagai bagian warga kepulauan yang aksesnya tidak mudah, hal semacam ini sangat bermanfaat, karena menambah pengetahuan tentang bagaimana menyikapi bencana, yang selama ini kita hanya berposisi pasrah dan dengan informasi yang diberikan oleh Prodi Magister Manajemen Bencana ini masyarakat tahu bagaimana harus bersikap dan sigap ketika bencana datang.

Penulis: Ika Zulkafika Mahmudah, S.Kep., Ns.
Editor: Denny R.Kusuma

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform/