PROF. SUPARTO: KEBAKARAN HUTAN TERJADI LAGI, DIMANA NEGARA?

JTV – Hukum ditengah Kita: Ancaman Pidana Pelaku Pembakar Hutan

Berita UNAIR Pascasarjana, Minggu, 10 September 2023 – 500 Hektare hutan dan lahan terbuka di Jatim terbakar selama musim panas tahun 2023. Lahan yang terbakar ada di 14 kabupaten/kota. Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan
ada 54 kejadian kebakaran hutan dan lahan terbuka. Di mana luas yang terbakar ialah 500 hektar lahan terbuka dan wilayah hutan yang tersebar di 14 kabupaten/ kota. Prof. Dr. Suparto Wijoyo, SH., M.Hum. Pakar Hukum Lingkungan UNAIR yang juga Wakil Direktur 3 Sekolah Pascasarjana UNAIR ini mengatakan saat menjadi salah satu narasumber di acara Hukum di Tengah Kita, bahwa kebakaran yang terjadi mempertanyakan lagi kepada kita, dimana Negara?

Setiap mahluk hidup dan ekosistem yang ada, memiliki hak hidup dengan lingkungan yang baik ini yang disebut dengan “environmental rights”, dan kebakaran yang terjadi bahkan sudah 500 hektar dan kemungkinan akan bertambah, tidak hanya menghanguskan hutan akan tetapi juga merusak dan membunuh ekosistem yang ada didalamnya. “Hutan bukan tanah kosong, Hutan berada dibawah otoritas Negara”, ungkapnya.
Menjadi sebuah pertanyaan besar, mengapa wilayah yang diliputi oleh hutan setiap kemarau datang selalu datang kebakaran dan kita tidak siap dengan infrastruktur untuk penanganan masalah kebakaran.

Guru besar UNAIR dalam Ilmu Hukum Lingkungan ini mengajak kita membuka kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca di zaman kerajaan Majapahit yang berisi tentang tata kelola sebuah Negara, dimana disana diceritakan bahwa setiap 1 hektar lahan hutan harus ada embung (danau buatan) atau jalur-jalur air, termasuk kawasan hutan yang berpola tadah hujan. Hal tersebut dimaksudkan saat kebakaran hutan datang, kanal-kanal yang membatasi setiap 1 hektar hutan dapat segera teratasi dengan memanfaatkan air di embung dan jalur-jalur air tersebut.

Dirinya juga menyinggung tentang ketidaksiapan dan ketidak adanya sarana dan prasarana yang berfungsi dalam pencegahan kebakaran hutan, padahal luas wilayah di Jawa Timur banyak diliputi oleh hutan. Helikopter “water bombing” yang menjadi alat paling efektif pun kita tidak punya. Dirinya mengingatkan kepada dinas-dinas yang terkait dengan tata kelola hutan, agar segera menganggarkan pengadaan alat-alat tersebut

Kebakaran hutan yang terjadi di setiap kemarau tiba dan
membumi hanguskan ekosistem yang ada didalamnya sangat cukup menjadi bukti bahwa minimnya anggaran dalam tata kelola hutan berdampak pada besarnya biaya yang harus ditanggung saat bencana tiba.

Dirinya juga memberikan catat, disamping tata kelola hutan yang harus dibenahi seperti ketersediaan infrastruktur yang baik, hal lain yang harus mendukung adalah penegakkan hukum yang tegas bagi sang pembakar yang mampu memberi efek jera bagi pelaku dan menjadi contoh bagi yang lain.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform