Prof. Badri Munir Sukoco, Pembicara di Perkumpulan Pimpinan Pascasarjana Nasional: Pendidikan Tinggi Fokus Ambisi Kolektif Bangsa

Prof. Badri Munir Sukoco, Pembicara di Perkumpulan Pimpinan Pascasarjana Nasional: Pendidikan Tinggi Fokus Ambisi Kolektif Bangsa

Berita UNAIR Pascasarjana, 22 Okt 2022 – Kita terlalu larut menghabiskan energi berbangsa dan bernegara untuk sesuatu yang viral hingga lupa bahwa kita pun memiliki cita-cita besar, yaitu Indonesia maju 2045, hal ini disampaikan oleh Prof Badri Munir Sukoco, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, dihadapan semua Direktur Pascasarjana Se-Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pimpinan Pascasarjana (Perpimnas) dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan Nasional Indonesia yang hadir di UNESA, pada hari sabtu 22 oktober 2022. Hal ini sejalan dengan semangat Universtas Airlangga dalam SDGs ke 4 yaitu pendidikan berkualitas.

Melalui paparan berjudul “Pascasarjana dan Indonesia Maju 2045” Guru Besar Unair termuda ini mengajak dunia pendidikan tinggi (Pascasarjana) merefleksi diri, tentang sudahkah kita sebagai lembaga pendidikan menempatkan diri menyiapkan generasi masa depan bangsa dalam menyongsong Indonesia Maju 2045, seperti yang disampaikan oleh Presiden Ir.Joko Widodo dalam pidato kenegaraanya dimana poin-poinnya mulai dari pengembangan sdm, hingga transformasi ekonomi agar indonesia bisa terbebas dari jebakan middle income trap.

Dirinya menggambarkan bagaimana cina bangkit dan membangun mimpi besarnya, dimulai dari kesadaran bahwa perubahan terhadap masa depan bangsa dengan beban rakyat yang luar biasa besar, maka perubahan hanya bisa dilakukan dengan peningkatan kualitas SDM dan itu adanya di pendidikan yang berkualitas, tahun 1995 cina sudah melakukan “211 project” dimana sudah memvisikan bahwa pada abad 21 harus ada 100 perguruan tinggi di cina berkelas dunia.

Tidak hanya sekedar jargon, hal ini ditunjukkan bahwa membangun mimpi besar dengan karena diselaraskan dengan renstra pembangunan dari Cina, dimana pada tahun 2015 sudah ada 10 industri strategis yang disasar oleh cina yaitu new materials, medical devices, electrical devices, energi saving dan new energi vehicle tidak berhenti sampai disitu, Cina pun meminta para profesornya untuk fokus pada 10 industri strategis yang telah ditetapkan, hasilnya, publikasi terkait 10 poin tadi yang dilakukan oleh perguruan tinggi di Cina 4 kali lipat lebih besar dari amerika serikat.

Cina dalam membangun mimpi besarnya pun semakin memantapkan diri, dimana pada tahun 2021, Presiden Xin Jing Ping meminta 12 perguruan tingg terbaik melahirkan dan focus pada multidisiplin dengan judul besarnya School Of Leader Technology mulai dari data sains, bio medical engineering dan molecular medicine dan masih banyak lainnya dengan perintah langsung dari pemerintah tentu dengan pendanaan yang serius Cina menunjukkan bahwa dirinya serius menempatkan pendidikan tinggi sebagai lokomotif arah perjalanan bangsa dalam mewujdkan mimpi besar Cina.

Dalam kesempatan ini dirinya mengulas sejarah tatkala mendapat amanah dari Rektor Universitas Airlangga menjabat sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR yaitu pada tahun 2020 dimana Prof. Mohammad Nasih berpesan, agar menjadikan Sekolah Pascasarjana UNAIR memiliki martabat seperti kampus di Taiwan, dimana dirinya (Prof Badri) mengenyam pendidikan dan target jumlah mahasiswa mencapai 2.000, adalah sebuah tantangan besar.

Membangun visi, positioning dan purpose, adalah langkah pertama yang diambil, dirinya bersama para pimpinan meyakini dengan jelasnya ketiga hal diatas, maka jalan dan langkah Sekolah Pascasarjana UNAIR dalam mewujudkan cita-cita bersama akan mudah diwujudkan, belajar dari beragam kampus terkemuka dunia seperti Harvard, MIT, Wharton Up dan lainnya, Pascasarjana UNAIR memantapkan diri membangun institusi berkelas dunia dengan mengembangkan pemimpin transformative yang membawa dampak bagi dunia lebih baik.

Membangun cita-cita dikala pandemi tiba, hal tersebut adalah tantangan yang besar yang harus dihadapi dimana pandemi memasuki gawat-gawatnya tatkala seharusnya membangun jejaring untuk mewujudkan cita-cita besar diatas, tak kurang akal, hadirlah Airlangga Forum, acara podcast yang selalu membawa para narasumber dari beragam kalangan, mulai kepala daerah, kepala dinas, kepala perusahaan dan tokoh-tokoh public yang hadir secara online, dan acara ini mendapat sambutan yang luar biasa dengan terbangunnya kerjasama melalui asosiasi lembaga penyiaran lokal se jawa timur, dimana acara ini direlay di 20 radio kabupaten kota di Jawa Timur, sehingga meski ditengah keterbatasan gerak akibat covid-19 melanda, agenda dalam membangun jejaring tetap bisa dilakukan.

Badai pandemi usai saatnya menyapa, meredanya pandemi adalah momentum untuk dimanfaatkan berkeliling ke seluruh stakeholder, kami “nyeles” (salesman) ungkapnya, dengan disambut tawa para undangan, bersama pimpinan lainnya kami berkeliling, dan dampaknya benar-benar luar biasa, kini Sekolah Pascasarjana UNAIR mulai diisi mahasiswa dari beragam latar belakang, mulai tokoh nasional, pimpinan parpol, kepala daerah, kepala BUMN, kepala perusahaan multinasional hingga jajaran kepolisian yang turut menjadi mahasiswa aktif.

Menempis nada minor, bergabungnya para tokoh nasional dan kepala daerah serta petinggi partai politik tentu ada yang senang dan tentu tak sedikit pula yang bernada minor, hingga dikaitkan apakah akan bermain di dunia politik?, hal tersebut kami tepis dengan, bahwa pasar ini adalah pasar yang tidak pernah serius kita garap, pendidikan tinggi selalu merasa enggan mencari pasar baru, padahal dalam kenyataannya mereka yang tersebut diatas sangat antusias, karena pada dasarnya selain menjabat mereka membutuhkan asupan nutrisi keilmuan, ditambah positioning kami yang sejalan yaitu mengembangkan kepemimpinan transformatif.

Substitusi subsidi, Sekolah Pascasarjana UNAIR dalam menggerakkan roda organisasinya terus mencari referensi dari kampus-kampus ternama di dunia, dan melalui hal tersebut didapatinya bahwa kedepan kita tidak akan bisa menggantungkan energi untuk berjalannya organisasi ini melalui SPP Mahasiswa, karena berkaca dari kampus ternama, ternyata SPP hanya menempati 20% dari keseluruhan pembiayaan sedangkan sisanya ditutup oleh program non degree yang diadakan, melalui konsultasi, pelatihan-pelatihan, dan hal ini pulalah yang dilakukan oleh Sekolah Pascasarjana UNAIR dalam membangun citra dan mewujudkan visi besarnya untuk berkontribusi nyata dalam membangun generasi yang siap menyongsong ambisi kolektif bangsa yaitu Indonesia Maju 2045.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform/