MOA APINDO Jawa Timur dan Sekolah Pascasarjana UNAIR Perkuat Jembatan Teori dan Realitas Pasar
Kolaborasi strategis antara APINDO Jawa Timur dan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga menghadirkan sinergi akademik dan dunia usaha untuk memperkuat investasi, pengembangan SDM, serta daya saing ekonomi Jawa Timur.
Kesenjangan antara dunia akademik dan dunia industri terus dipersempit melalui kolaborasi yang semakin erat. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, riset ilmiah dan pengalaman praktis menjadi dua kekuatan yang saling melengkapi dalam menghasilkan kebijakan yang berdampak.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Timur dan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) pada Rabu (1/7/2026) di Gedung APINDO Jawa Timur, Surabaya.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kajian ilmiah yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi daerah.
Kolaborasi Akademik untuk Menjawab Tantangan Industri
Ketua APINDO Jawa Timur, Drs. Eddy Widjanarko, M.MT., menjelaskan bahwa dunia usaha menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari daya saing investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga perbedaan tingkat upah antarwilayah.
Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan dukungan akademik agar setiap rekomendasi kebijakan memiliki dasar ilmiah yang kuat.
“Kami sebagai praktisi memahami kondisi lapangan, tetapi sering kali memerlukan kajian akademik agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran. Di sinilah peran universitas menjadi sangat penting,” ujarnya.
Eddy juga mengungkapkan bahwa salah satu perhatian utama pemerintah daerah adalah menjaga daya tarik investasi Jawa Timur agar tetap kompetitif dibandingkan provinsi lain. Oleh karena itu, hasil riset perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi dasar dalam mempromosikan potensi investasi daerah kepada investor nasional maupun internasional.
Kampus Berdampak untuk Pembangunan Daerah
Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk.(K), FICS, menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan komitmen UNAIR sebagai Impactful Campus.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga harus mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan dunia usaha.
“Kombinasi antara akademisi dan praktisi akan menghasilkan kebijakan yang lebih komprehensif. Kampus memberikan landasan ilmiah, sedangkan dunia usaha menghadirkan pengalaman nyata di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan praktisi dalam lingkungan akademik akan memperkuat kemampuan prediksi terhadap berbagai tantangan ekonomi di masa depan sehingga kebijakan yang dihasilkan menjadi lebih adaptif.
Membuka Peluang Pengembangan SDM
Melalui kerja sama ini, Sekolah Pascasarjana UNAIR juga membuka kesempatan bagi anggota APINDO Jawa Timur untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan magister maupun doktor.
Selain program pendidikan formal, kedua institusi akan mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi, seperti:
- penelitian bersama
- kajian kebijakan berbasis data
- pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM
- forum diskusi strategis
- pengembangan study group sesuai kebutuhan sektor industri.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik sekaligus memahami dinamika dunia usaha.

Mendukung Investasi dan Ekonomi Jawa Timur
Sebagai School of Collaborative Leadership, Sekolah Pascasarjana UNAIR terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sebelum penandatanganan MoA ini, kedua institusi telah bekerja sama dalam berbagai kegiatan, mulai dari seminar pembangunan berkelanjutan, bedah buku, pelestarian budaya Madura, hingga Seminar Kepemimpinan Nusantara.
Melalui kerja sama yang baru, fokus kolaborasi akan diperluas pada penyusunan kajian investasi, peningkatan daya saing industri, pengembangan UMKM, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy).

Dengan demikian, hasil riset yang dihasilkan tidak berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, memperkuat daya saing daerah, serta menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR, Koordinator Program Studi Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia, Koordinator Program Studi Magister Manajemen Bencana, Koordinator Program Studi Magister Ilmu Forensik, perwakilan Program Studi Magister Imunologi, Ketua Unit Publikasi Ilmiah, serta Ketua Panitia Summer School 2026.
🔎 Pelajari lebih lanjut tentang program kami di:




