Memperingati Hari Air Sedunia Bersama Kebun Binatang Surabaya

Memperingati Hari Air Sedunia Bersama Kebun Binatang Surabaya

Sekolah Pascasarjana UNAIR, 22 Mar 2021 – Dalam rangka memperingati hari air sedunia, Universitas Airlangga mengadakan Airlangga Forum dengan Lembaga konservasi yang ada di Surabaya yaitu Kebun Binatang Surabaya. Beberapa narasumber hadir didalam forum diskusi ini seperti Assoc. Prof. Suparto Wijoyo (Wadir III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga), bapak Khoirul Anwar (Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya), Prof. Dr. Sri Pantja Madyawati (Wakil Direktur Bidang Sumber Daya Universitas Airlangga), dan Ir. Kristomo (Kepala Badan Pengawas Kebun Binatang Surabaya).

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir menurut bapak Khoirul Anwar selaku direktur Kebun Binatang Surabaya, beliau menyampaikan pengembangan pemberdayaan hewan dan manajemen konservasi dimana memodernisasi di beberapa infrastruktur dan kelengkapan dengan tidak meninggalkan jejak sejarah Kebun Binatang Surabaya. Di sisi lain, pengembangan nilai-nilai milenial di Kebun Binatang Surabaya menerapkan sistem pembelian tiket online dan mengadakan kerjasama bersama perbankan dalam pembelian dan pelaksanaan E-tiket untuk mempermudah akses para pengunjung agar bisa menikmati dengan mobilisasi di masa pandemi selama ini.

Berkenaan dengan pemberdayaan hewan, Prof. Sri Pantja berpendapat  bahwa ada lima kebebasan bagi hewan yaitu bebas dari rasa haus, rasa lapar, nutrisi, kedua bebas dari rasa takut, tertekan, kemudian ketiga bebas dari sakit, luka, penyakit, dan keempat bebas dari kondisi stress, suhu, lingkungan yang kurang nyaman, terakhir kelima yaitu bebas mengekspresikan tingkah laku alamiahnya. Memang proses 5M sangat perlu perhatian dari berbagai aspek.

Di samping itu, dalam acara ini ada penyerahan bibit jeruk bali yang diserahkan kepada  Direktur KBS dari komunitas pecinta alam kabupaten Nganjuk sebagai pendukung eksistensi ekosistem pepohonan dan untuk penampung keseimbangan air di KBS. Selain itu, jumlah pohon di Kebun Binatang Surabaya mencapai hampir 1600 pohon yang kemudian ada beberapa pohon yang dikembangkan untuk mendukung sistem peremajaan dengan menanami bibit pendamping di beberapa pohon tertentu. 

Dalam hal entitas lembaga konservasi menurut Ir. Kristomo selaku kepala badan pengawas KBS, dimana ada tugas pokok tanggung jawab moril dan material. Selain itu, pengembangan mobilisasi yang disusul digitalisasi dengan menggandeng beberapa komunitas pecinta alam untuk menambah efisiensi pengembangan satwa dan tanaman di Kebun Binatang Surabaya.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform/