International Guest Lecture: Implementasi Konstitusional – Prof Marcus Bockenfored, Central European Univ.

Podcast Airlangga Forum, 26 Mar 2021 – Menunjuk pada permasalahan dan pengaplikasian terhadap implementasi konstitusional. Universitas Airlangga mengadakan forum diskusi yang bertemakan “Implementasi Konstitusional”. Adapun beberapa pembicara sekaligus narasumber yang diundang untuk hadir dalam forum ini adalah Prof. Markus Bocenforde (Ketua Program Hukum Konstitusi Komparatif, Universitas Eropa Tengah), dan Dr. Radian Salman, S. h,. LL. M (Postgraduate School Universitas Airlangga).

Dalam kesempatan diskusi di forum ini, Prof. Markus Bocenforde menyampaikan beberapa pendapatnya. Seperti hal nya beberapa tantangan spesifik konstitusional yaitu dari perang menuju perdamaian, kemudian dari aturan militer, dan kekuasaan otoriter kepada pemerintahan demokratis. Selain itu dari kata-kata perbuatan implementasi pada konstitusi beliau menyampaikan bahwa konstitusi lama atau standar konstitusi sementara dalam operasi mengadopsi penyusunan konstitusi baru dalam penulisan konstitusi. Penetapan oleh pengadilan dan komisi, persyaratan pelaporan atau tindakan-tindakan pengamanan lainya.

 Di sisi lain, Prof. Markus Bocenforde juga menyampaikan bahwa pada masa peralihan periode transformatif dari pashing lama sampai dengan memperkenalkan yang baru. Sebuah negara perlu melakukan beberapa tindakan seperti pendirian lembaga-lembaga baru atau penyusunan hukum yang memungkinkan. Selain itu beliau juga menambahkan perlindungan dari pada sebuah konstitusi seperti kemerdekaan institusi dan tinjauan konstitusi, yuridiksi dan akses ke institusi tinjauan konstitusional, kemudian komisi independen (anti korupsi, pemilu, media, dan hak asasi manusia), sebagai  contoh pada India, dan afrika selatan.

Kepemilikan berkaitan dengan partisipasi tindakan pemantauan, jika para pemimpin sadar bahwa warga memiliki kapasitas untuk memantau mereka, untuk lebih menghargai keterbatasan konstitusional. Kemudian bersangkutan dengan kekuatan, mengantisipasi bahwa mereka juga akan menghadapi perlawanan jika mereka melewati batas-batas yang telah ditentukan. Kepemilikan yang dihasilkan oleh beberapa peraturan dan design konstitusi spesifik dalam konteks konstitusi dapat berkembang dan berhasil jika mereka dengan tegas menanamnya di tanah budaya dari mana mereka mendapatkan legitimasi. Adapun prisma kolektif budaya yang melaluinya konstitusi dan tatanan politik yang dipahami seperti lembaga hukum sipil atau hukum umum, kemudian ada tipe federalisme, dan sistem Guurti di Somaliland

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform/