FGD : Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan Perguruan Tinggi

Dengan Keterbukaan Informasi publik, lahirkan institusi Perguruan Tinggi yang lebih bertanggung jawab

Berita UNAIR Pascasarjana, Selasa 28 Februari 2023 – Berangkat dari Undang-undang no.14 tahun 2008 dimana keterbukaan informasi publik itu adalah hak public, maka PKIP (Pusat Komunikasi dan Informasi Publik) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan acara Focus Group Discussion dengan tema Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan Perguruan Tinggi, selasa (28/02/2023) di ruang majapahit, Aseec Tower, UNAIR. Yang dibuka langsung oleh Ketua PKIP, Martha Kurnia Kusumawardhani, dr., Sp.KFR(K).

Bagus Oktafian Abrianto, SH., M.H. sebagai pemateri pertama membawakan tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mengupas landasan dan dasar hukum tentang pentingnya keterbukaan informasi publik, sesuai amanat undang-undang. Menurutnya sebagai sebuah hak yang dimiliki publik maka dirinya menyarankan agar tidak hanya terpusat di universitas saja yang memiliki jalur untuk keterbukaan informasi, akan tetapi juga masing-masing fakultas, hal tersebut berkaca dari masing-masing fakultas memiliki karakter yang berbeda.

Pada kesempatan ini pula disampaikan bahwa keterbukaan informasi, haruslah disiapkan jalur-jalur yang terarsip, terekam dan terdata, hal tersebut harus disiapkan untuk mengurangi gesekan yang melahirkan sengketa di kemudian hari, alur yang terekam akan mempermudah untuk melakukan evaluasi dalam memberikan pelayanan keterbukaan informasi yang terbaik.

Dirinya mengapresiasi bahwa pada tahun 2022, UNAIR mendapat penghargaan dari Komisi Informasi Pusat sebagai badan publik Informatif kategori perguruan tinggi negeri. UNAIR memperoleh peringkat satu dengan skor yang nyaris sempurna yaitu, 94,68, hal ini harus menjadi pemicu bagi seluruh civitas akamdemika unair untuk semakin giat dalam memberikan informasi kepada publik.

Elis Yusniyawati (Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur) yang membahas tentang penyelesaian sengketa dalam keterbukaan informasi publik, dalam kesempatan ini dirinya menyoroti tentang hal-hal yang kerap bisa mengakibatkan sengketa antar kedua belah pihak, seperti lambannya respon, atau menanggapi dengan berbelit-belit, atau .

Ditambahkan dalam hal yang paling sering terjadi di sebuah institusi adalah data terkait informasi yang menyangkut personal dan pribadi, seperti ada pihak yang meminta nomor ponsel atau alamat rumah, atau bila dikampus seperti mengaku saudara dan meminta data mahasiswa  bahkan yang lebih personal mengenai NIK atau NIM seseorang, hal tersebut harus mampu di hindari karena berpotensi untuk melahirkan permasalahan, dan langkah yang tepat adalah cermat dalam membaca dan menganalisa redaksi, sehingga dalam merespon tidak salah langkah dan merugikan institusi.

Hadir dalam sebagai perwakilan dari Sekolah Pascasarjana Rahmad Affandi, SE. KASUBAG TU dan Supadno Tenaga Kependidikan, melalui digelarnya acara ini diharapkan capaian yang telah 2 kali ditorehkan oleh Universitas Airlangga di ajang penghargaan yang diadakan oleh Komisi Informasi Publik Pusat sebagai perguruan tinggi paling “Informatif” akan mampu dipertahankan, dan tata kelola serta regulasi kearsipan dapat membudaya.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform/