Entrepreneur Voice: Hyper Consumption – Hak Istimewa atau Batasan

Berita Sekolah Pascasarjana UNAIR, 8 Apr 2021 – Musibah pandemi saat ini membuat banyak peningkatan dalam mengkonsumsi barang sehingga mengakibatkan meningkatnya hyper consumption. Untuk itu, Universitas Airlangga mengadakan sebuah forum diskusi yang bertemakan “Hyper-Konsumsi : Hak Istimewa atau Batasan” pada hari kamis, 8 April 2020. Adapun beberapa narasumber yang hadir seperti bapak Luhut Siahan, SPt, M.Si. (Mikro Banking Head Region VIII Jawa 3), De Laguna Latanri Putera (Investor Jokopi dan Aiola Merr, Franchisee Tanamera Coffee), Chintya Krisna Inggira (Corporate Human Resource Management PT. United Waru Biscuit Manufactory), dan Tyas Nastiti (Owner Klastik Footwear dan Sekarves Indonesia).

Beberapa narasumber memaparkan pendapatnya tentang hyper consumption yang muncul di masa pandemi sekarang ini dalam beberapa pandangan. Menurut bapak Luhut Siahan, mendirikan usaha merupakan suatu hal yang tidak mudah utamanya bagi kalangan anak muda. Masalah yang sering ditemukan dalam wirausaha anak muda salah satunya adalah modal atau marketing. Rumah BUMN dan Bank Mandiri telah menyediakan  beberapa solusi untuk masalah modal dan marketing yang dibantu oleh pemerintah dan menteri perekonomian. Selain itu, mendukung perkembangan wirausaha pada anak muda merupakan salah satu program untuk pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi covid 19.

Dalam pengembangan bidang wirausaha sendiri, konsep Rumah BUMN adalah adanya sinergitas BUMN dalam mengelola dan menciptakan kemandirian Rumah BUMN. Adapun beberapa peran Rumah BUMN seperti pengembangan UMKM, tanggung jawab sosial lingkungan, penyaluran PK/KUR, Co-Working Space, dan Basecamp Milenials. Dengan bergabung bersama Rumah BUMN maka kita akan mendapat bimbingan dan difasilitasi secara gratis. Di sisi lain, menurut ibu Chintya Krisna Inggira, dalam UBM sendiri memang untuk pemasaran secara online memberikan nilai yang sangat signifikan dalam perkembangan pemulihan ekonomi. Sebenarnya tidak menurun dalam produk, namun management mengantisipasi adanya pandemic dalam jangka panjang sehingga membuka banyak online platform. Menurut beliau, grafik perekonomian penjualan perlahan membaik seiring berjalanya waktu pandemi covid 19. Ini terbukti pada data grafik pemasaran secara online. Beliau juga menambahkan, bahwa usaha membutuhkan sebuah konsistensi yang tinggi meskipun dalam keadaan apapun. Sehingga kita dapat mempelajari berbagai masalah dan solusinya yang dapat mengembangkan usaha secara signifikan seiring kita paham dengan berbagai problem dalam usaha kita sendiri.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform/