Diskusi Creative Economy Network tema Pembangunan Melalui Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata

Pada hari Kamis (4/2), Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga mengadakan Creative Economy Network edisi ke-2 yang mengusung tema “Kepemimpinan Transformatif, Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata”. Dipandu oleh Assoc. Prof. Suparto Wijoyo (Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga), program acara Creative Economy Network kali ini menghadirkan narasumber-narasumber yang luar biasa yakni Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Prof. Badri Munir Sukoco (Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga), Dr. Basuki Babusaalam (Anggota DPRD Jawa Timur), dan Ahmad Hadinuddin, S.Pd.I (Anggota DPRD Jawa Timur).

Pada kesempatan kali ini, Abdullah Azwar Anas berbagi ilmu pengetahuan terkait inovasi dan langkah-langkah yang telah dilakukan untuk meningkatkan perekonomian Kota Banyuwangi. Melihat potensi yang ada di Kota Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas terus melakukan pengembangan dan inovasi pada sektor pariwisata. Tentunya segala upaya harus didukung dengan SDM yang memadai dan faktor pendukung lainnya.

Peningkatan ekonomi melalui industri pariwisata dilakukan dengan sarana pelestarian budaya (melalui Festival Gandrung Sewu), penggunaan instrument-instrumen untuk promosi wisata dan melakukan inovasi agar industri pariwisata menjadi penggerak ekonomi rakyat. Keberhasilan inovasi yang dilakukan di Banyuwangi terlihat dari menurunnya angka kemiskinan. Pada tahun 2014 angka kemiskinan mencapai 9,29%, kemudian pada tahun 2017 angka kemiskinan menjadi 8,64%, dan pada tahun 2020 angka kemiskinan di Banyuwangi mencapai 8,06%.

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Prof. Badri Munir Sukoco bahwa perlu adanya transformasi ekonomi dan hal tersebut bisa dimulai dari setiap daerah masing-masing dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada serta melalui ekonomi kreatif oleh masyarakat sekitar sehingga kekayaan alam dan SDM dapat menjadi nilai tambah bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ahmad Hadinuddin, S.Pd.I mengatakan bahwa langkah yang diambil oleh Abdullah Azwar Anas adalah langkah tepat, dikarenakan Abdullah Azwar Anas mampu memaksimalkan aset kebudayaan sebagai penggerak ekonomi masyarakat Banyuwangi. Tak hanya itu, kepiawaian Abdullah Azwar Anas dalam membuat inovasi serta kemampuannya menyampaikan visi-misi kepada pemerintah pusat membuat Kota Banyuwangi mendapatkan kesempatan untuk bisa mendapatkan dana lebih layak guna mendukung proses pembangunan.

Dr. Basuki Babusaalam mengatakan bahwa keberhasilan yang dicapai oleh Abdullah Azwar Anas dalam meningkatkan perekonomian di Kota Banyuwangi melalui kebudayaan, ekonomi kreatif dan pariwisata merupakan hal yang harus dicontoh oleh pemimpin-pemimpin daerah di seluruh Indonesia.

Pencapaian Abdullah Azwar Anas hingga saat ini tidaklah mudah. Pada awal masa kerja, Beliau harus memaksimalkan penggunaan dana yang terbatas untuk Banyuwangi yang cukup luas sedangkan dana yang didapat lebih kecil dibandingkan dengan dengan daerah lain (seperti Pacitan, Madiun, Ponorogo, Ngawi dan Magetan) dengan wilayah yang lebih kecil. Abdullah Azwar Anas berfokus pada 3 (tiga) hal wajib yakni Pendidikan dan Kesehatan, pertanian, pariwisata dan UKM, kemudian infrastruktur, perlindungan sosial, lingkungan hidup, birokrasi. Beliau mengatakan semua inovasi yang berhasil dilakukan karena adanya SDM yang memadai, lingkungan yang mendukung, serta dukungan dari pihak birokrasi.

Streaming Youtube silahkan klik =
https://www.youtube.com/channel/UCrfhfJGrXrIV5L-IXeU9xrQ/featured

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform/