AJAK KENAL LEBIH DEKAT PERAN STRATEGIS PUSVETMA DALAM KETAHANAN PANGAN 

Kuliah Strategic leadersip Sekolah Pascasarjana UNAIR  

Berita UNAIR Pascasarjana, Sabtu, 17 Februari 2024  – Sabtu, 17 Februari 2024, Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (SPS UNAIR) kembali menggelar kuliah Strategic Leadership dengan topik “PERAN STRATEGIS PUSVETMA DALAM KETAHANAN PANGAN, dan sebagai narasumber drh. Edy Budi Susila, M.Si. Kepala Balai Besar Veteriner Farma. 

dalam acara yang digelar di ruang Majapahit, ASEEC TOWER, dibuka oleh Ketua pelaksana, Sony Kristianto, S.Si., M.Si. disampaikan dengan menghadirkan PUSVETMA kedalam materi perkuliahan hari ini, diharapkan akan memperluas wawasan keilmuan para mahasiswa S2 dan S3 Sekolah Pascasarjana UNAIR terutama dengan basic multidisiplin keilmuan tentu hal ini memberikan nilai plus. 

drh. Edy Budi Susila, M.Si. membuka dengan sejarah berdirinya PUSVETMA di mana pada tahun 1952 bernama Balai Penyelidikan Penyakit Mulut dan Kuku (BPPMK) yang bertempat di Jakarta , akan tetapi seiring perkembangan waktu dan tuntutan maka dipindah ke Surabaya dan berfokus pada produksi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk keperluan Indonesia dan Asia Tenggara. 

“Surabaya ini adalah kota unik, karena posisi dan letak geografisnya yang tepat berada di tengah-tengah Indonesia sehingga lebih mudah jangkauannya untuk Indonesia barat dan timur termasuk dari sisi pertahanan keamanan dan  maka dia dipiih untuk didirikannya PUSVETMA”. ungkapnya. kebutuhan dalam memenuhi bahan baku vaksin dengan menggunakan hewan donor, sapi Madura dan sapi Bali yang secara kriteria unggul dan terbaik, juga menjadi lebih mudah dengan posisi di Surabaya. 

diceritakan, bahwa dalam sejarah hadirnya pandemi COVID-19 dimana pada saat itu masyarakat luas bahkan Rumah sakit belum siap, laboratorium PUSVETMA sudah lebih dulu siap, karena dalam perjalanannya sejarah masuknya flu burung yang digadang-gadang akan menjadi pandemi yang membuat jauh lebih siap, khususnya dalam hal APD (Alat Pelindung Diri), “waktu covid 19 melanda, kita menyumbang kurang lebih 200 APD ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut”. 

dalam kesempatan yang sama disampaikan melalui kehadiran PUSVETMA ini pula Indonesia diharapkan jauh lebih  siap dalam menghadapi ancaman “BIO TERORISM” yang menjadi tren di tingkat global, ancaman virus mematikan yang disebar melalui hewan ternak atau pertanian sehingga membuat ketergantungan sebuah negara terhadap vaksin untuk pemulihan. 

saat diwawancarai, dirinya mengapresiasi terhadap digelarnya acara ini, menurutnya melalui perkuliahan yang menghadirkan praktisi dan pimpinan suatu lembaga dengan beragam latar belakang profesi dan keilmuan yang berbeda, akan memperkaya khasanah keilmuan mahasiswa Sekolah Pascasarjana UNAIR tidak hanya melalui buku akan tetapi memahami realita di lapangan.  

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platfor