Airlangga International Forum bersama KAZGUU University Kazakhstan

Kepolisian adalah salah satu lembaga penting yang memiliki tugas utama sebagai penjaga keamanan, ketertiban dan penegakkan hukum negara. Kepolisian dalam melaksanakan tugas dan fungsinya juga dituntut untuk bertindak berdasarkan dasar hukum yang ada. Terdapat berbagai kewenangan yang dimiliki oleh aparat kepolisian dalam perkara pidana, diantaranya adalah sebagai penyelidik dan penyidik dalam membantu memperlancar proses penyidikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Untuk mengetahui secara lebih detail mengenai peran polisi dalam perkara pidana, maka pada hari Sabtu (30/1) Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga bekerja sama dengan KAZGUU University of Kazakhstan mengadakan Airlangga International Forum, wadah diskusi berskala Internasional, yang mengangkat tema “Criminal Procedures and The Role of Police”. Pada edisi ini dipandu oleh Dr. Prawira Thalib (Ketua Program Studi Magister Ilmu Kepolisian Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga). Acara ini pun juga turut mengundang 2 (dua) pembicara yakni Olga Bektibayeva, PhD (Dekan dari Sekolah Hukum KAZGUU di M. Narikbayev KAZGUU University) dan Brigjen. Pol. Dr. Juansih (Kepolisian Republik Indonesia). Tidak hanya kedua pembicara yang kompeten tersebut, program ini juga terasa semakin istimewa dengan kehadiran Prof. Badri Munir Sukoco (Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga), Rahmat Pramono (Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan), serta Shynar Zakiyeva (Kepala Kantor Internasional di M. Narikbayev KAZGUU University).

Program ini dibuka dengan sambutan dari Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Prof. Badri Munir Sukoco. Beliau menyatakan kebahagiaannya karena acara ini juga sebagai salah satu penanda kolaborasi antara Universitas Airlangga dengan KAZGUU University. Beliau berharap bahwa dengan adanya program ini, maka semua peserta yang hadir dapat belajar mengenai hukum acara pidana dan peran kepolisian dari masing-masing negara guna membentuk lingkungan masyarakat yang lebih baik. Hal serupa juga turut disampaikan oleh Shynar Zakiyeva yang menyatakan kebahagiaannya atas terjalinnya kerjasama antara kedua universitas bergengsi ini. Beliau pun menantikan adanya kolaborasi lainnya dalam bidang pendidikan seperti students/staffs exchange ataupun joint-research. Acara ini semakin berwarna dengan adanya sambutan dari Rahmat Pramono, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan. Beliau menyampaikan ucapan selamat kepada Universitas Airlangga dan KAZGUU University atas terjalinnya hubungan kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding di awal tahun ini. Mengingat antara Indonesia dan Kazakhstan juga menjalin hubungan yang baik, maka besar pula harapannya agar kerjasama ini dapat pula menghasilkan hasil yang baik pula.

Olga Bektibayeva, PhD, yang semula direncanakan menjadi pembicara dalam program ini, berhalangan untuk hadir dan digantikan oleh asistennya yakni Victoriya Nochevnaya. Dalam pemaparannya, Victoriya menyampaikan bahwa di Kazakhstan sendiri mempunyai aturan hukum yang berlaku mengenai hak asasi manusia, “Everyone has the right in judicial protection of freedoms of a man and citizen”. Hukum acara pidana di Kazakhstan tidak berhenti sampai di situ saja, melainkan terus berkembang setiap tahunnya dengan adanya pasal dan atau ayat baru guna menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan hak asasi manusia. Selain itu, Victoriya juga mengungkapkan harapannya terkait forum ini agar berguna bagi berbagai pihak. Ia pun berkeyakinan bahwa forum seperti ini akan memberikan hasil yang baik untuk semua orang karena ini merupakan kesempatan yang bagus untuk berdiskusi mengenai pentingnya perlindungan hukum dalam hak asasi manusia.

Brigjen. Pol. Dr. Juansih, perwakilan dari Kepolisian Republik Indonesia, dalam forum ini menyampaikan beberapa hal yang melatarbelakangi peran dari kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Salah satunya adalah yang tertulis dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 pasal 4 tentang fungsi kepolisian yang berbunyi “Kepolisian Negara Republik Indonesia bertujuan untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta terbinanya ketenteraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia”. Beliau menegaskan bahwa polisi selain sebagai pengayom masyarakat juga berperan sebagai petugas penegak hukum yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kepolisian untuk menjaga ketertiban umum dan memastikan keselamatan publik.

Streaming Youtube silahkan klik =
https://www.youtube.com/channel/UCrfhfJGrXrIV5L-IXeU9xrQ/featured

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform/