Airlangga Forum bersama Pengurus Muhammadiyah Jatim: Berinovasi dan Berkarya Kreatif di Masa Pandemi

Pandemi yang terjadi saat ini tidak hanya menyerang sektor kesehatan, namun juga sektor ekonomi. Berdasarkan data yang dihimpun melalui Kementerian Ketenagakerjaan, tercatat sebanyak 39.977 perusahaan di sektor formal memilih merumahkan dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pekerjanya. Selain itu, sejumlah 1.010.579 pekerja terkena dampak yang diakibatkan pandemi Covid-19. Tidak hanya sektor formal, kelimpungan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi juga terjadi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Dikutip dari data yang dimiliki oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, 56% Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami penurunan pada hasil omzet penjualan akibat pandemi Covid-19, 22% lainnya mengalami kesulitan dalam mendapatkan pembiayaan/kredit, 15% mengalami permasalahan dalam distribusi barang, dan 4% sisanya melaporkan kesulitan mendapatkan bahan baku mentah.

Dibutuhkan berbagai alternatif solusi, kreatifitas dan inovasi agar segenap pihak yang terdampak dapat keluar dari keadaan yang sulit. Oleh sebab itu, pada Kamis (14/1) Sekolah Pascasarjana melalui program acara Creative Economy Network edisi 1 menggelar wadah diskusi dengan tema “Menggali Ide Kreatif dan Inovasi di Masa Pandemi” dan menghadirkan berbagai narasumber seperti Prof. Badri Munir Sukoco (Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga), Mohammad Ghofirin (Sekjen One Pesantren One Product Jawa Timur), Indra Nur Fauzi (Ketua Majelis Ekonomi & Kewirausahaan PW Muhammadiyah Jawa Timur), Assoc. Prof Rudi Purwono (Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga). Program ini dipandu oleh Assoc. Prof. Suparto Wijoyo dan Narulita Herawati.

Pembahasan yang dijabarkan oleh para narasumber terkait dengan tindakan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di masa pandemi serta usaha untuk meminimalisir angka kasus positif Covid-19. Salah satu cara adalah dengan melakukan program yang telah dijelaskan dalam Airlangga Forum edisi ke-6 yakni program ‘One Pesantren One Product’ (OPOP) gagasan Gubernur Jawa Timur yang diberi nama Nawa Bhakti Satya dimana terdapat 9 program kerja. OPOP Jawa Timur masuk dalam Bhakti ke-7 yaitu Jawa Timur berdaya dengan tujuan membangun ekonomi berbasis UMKM. Dalam Bhakti ke-7 tersebut, OPOP ingin memberikan kontribusi dalam pembangunan Jawa Timur melalui pondok pesantren yang mana pesantren tidak hanya sebagai lembaga dakwah, namun juga berfungsi sebagai pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan. OPOP Jawa Timur ingin menciptakan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan alumni.  Dalam OPOP Jawa Timur terdapat 3 (tiga) pilar utama yang diberi nama pesantrenpreneus, santripreneur, sosiopreneur. Selain itu, dalam masa jabatan 5 tahun, Gubernur Jawa Timur juga ingin menargetkan seribu pesantren tercipta seribu produk yang dapat bersaing di pasar lokal maupun Internasional. Terdapat beberapa fasilitas yg diberikan OPOP Jawa Timur seperti peningkatan sumber daya manusia, kualitas, produk, akses pembiayaan dan masih banyak lagi. Dengan begitu diharapkan santri-santri maupun alumni dapat berkontribusi dalam penciptaan ide-ide baru. Hal ini turut didukung oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga dengan membuka sejumlah program studi baru yang dapat menunjang mahasiswa untuk dapat menciptakan inovasi baru yang bermanfaat di masa pandemi ini.

Streaming Youtube silahkan klik =
https://www.youtube.com/channel/UCrfhfJGrXrIV5L-IXeU9xrQ/featured

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform/