AIRFOR 146 “Kualitas Udara PerkotaanMemburuk: UngkapDampak dan KupasSolusinya?”

Berita UNAIR Pascasarjana, Senin, 28 Agustus 2023 – Lingkungan perkotaan semakin terjerat oleh masalahkualitas udara yang merosot. Airlangga Forum ke-146 hadirsebagai panggung utama untuk mengungkap dampak negatifserta merinci solusi konkret. 

Agus Hebi Djuniantoro, ST., MT, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, yang menjadi salah satupembicara pertama dalam acara ini, mengungkapkan betapapentingnya pemahaman akan akar permasalahan. Berdasarkandata inventarisasi emisi tahun 2013, hampir 97% polutanudara di Kota Surabaya berasal dari sumber bergerak. Dalamlaporannya, ia mengemukakan bahwa Air Quality Monitoring System (AQMS) aktif di tiga lokasi strategis dengan hasilyang mengindikasikan kondisi udara antara baik dan sedang. Agus Hebi juga menekankan upaya DLH yang melakukankoordinasi dengan DISHUB terkait uji emisi dan upayamenanam ribuan tanaman setiap hari guna mengatasi polusi.

​Dr. Ni Made Sukartini, S.E., M.Si., MIDEC, KoordinatorProgram Studi Magister Ekonomi Kesehatan SekolahPascasarjana UNAIR, menggarisbawahi investasi dalamkesehatan sebagai elemen kunci dalam pembangunan manusiayang berkualitas. Namun, konteks ini juga mengundangkeprihatinannya. Dirinya mengamati bahwa dalam upayamencapai target ekonomi yang baik, individu dalam rumahtangga serta perusahaan, cenderung berfokus pada jangkapendek sehingga berdampak buruk pada lingkungan.

​Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, S.Si., M.Si, seorang dosendi Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR, bicara tentangIndeks Standar Pencemaran Udara. Menyoroti situasi di Jakarta saat ini, dengan ISPU yang sudah mencapai angkasangat tinggi, melewati 101, menunjukkan kualitas udara yang merugikan kesehatan. Adapun langkah-langkah yang direncanakan oleh pemerintah untuk menghadapipermasalahan ini dibagi jangka waktu yang berbeda.Rekayasa cuaca seperti penggunaan dry ice dan kapur tohordilakukan sebagai solusi jangka pendek. Sedangkan, pengurangan penggunaan kendaraan pribadi berbahan fossil diusung sebagai solusi jangka menengah.

​Dr. Aditya Prana Iswara, M.Sc, Dosen Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana UNAIR, menyatakan kesamaan antara pencemaran udara dan bencanayang sama sama memberikan dampak secara ekonomi dan kesehatan. Ia menegaskan perlunya tindakan multidisiplin. “Dari sisi kebijakan, kita juga harus bicara tindakanpreventifnya, sebelum polutan itu muncul. Kemudian kajianekonomi juga penting dalam proses kalkulasi green investment sehingga sebelum polutan ini keluar, bisa kitamitigasi.” Dirinya juga berharap adanya peran aktifperusahaan dalam mengurangi emisi.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform