BUTUH INTERVENSI PEMERINTAH : MEMUTUS MATA RANTAI KEMISKINAN, UNTUK CEGAH PTM

Dr. Ir. Harmanta dosen Magister Ekonomi Kesehatan | Prodi Multidisiplin


Berita UNAIR Pascasarjana, Senin 06 Juli 2023 – PTM atau penyakit tidak menular atau akrab dengan NCDs (Non Communicable Disease) adalah momok bagi Negara berpenghasilan rendah dan menengah. Data dari WHO menunjukkan setiap tahun membunuh 41 juta orang, hal tersebut berarti setara dengan 74% dari semua kematian secara global.
Ditambahkan, setiap 17 juta orang meninggal akibat PTM sebelum usia 70 tahun; 86% dari kematian dini ini terjadi di Negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penyakit kardiovaskuler merupakan pemyebab kematian PTM tertinggi, 17,9 juta orang per tahun, diikuti oleh kanker 9,3 juta, penyakit pernapasan kronis 4,1 juta dan diabetes 2,0 juta termasuk kematian akibat penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes.
Kondisi ini tidak terlepas dari hadirnya lingkaran setan kemiskinan, dan metode yang harus dilakukan adalah keluar dan memutus lingkaran setan ini. Pemerintah dalam posisi ini diharapkan aktif melakukan intervensi dengan program-program mengangkat UMKM, masyarakat jangan dibiarkan bermain di ekonomi mikro harus naik kelas agar ekonominya meningkat dan kesadaran hidup sehat ditumbuhkan, Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Ir. Harmanta, yang merupakan dosen Magister Ekonomi Kesehatan, Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga.
Menurut mantan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur ini, bicara gaya hidup sejalan dengan kondisi ekonomi. Karena kesadaran akan hidup sehat baru bisa terbangun bila kekuatan ekonominya terpenuhi, termasuk dalam hal untuk pemenuhan asupan gizi terbaik dalam kehidupan sehari-hari.
Dirinya mendorong para pelaku UMKM selain melakukan branding, labeling dan packaging yang baik dan menarik juga memperhatikan faktor kuratif. Kerjasama dengan lembaga-lembaga tersertifikasi ini penting untuk menjaga kualitas mutu produk yang dihasilkan, salah satunya dirinya mencontohkan dengan KADIN (Kamar Dagang dan Industri).
Ketika disinggung tentang UMKM yang selalu terkendala dengan keterbatasan modal, dosen yang mengajar di prodi S2 Ekonomi Kesehatan dan pertama dan satu-satunya di Indonesia ini mengatakan, Modal terbatas jangan dijadikan alasan penghambat untuk maju. Optimis dengan produk yang dihasilkan, dengan tetap konsisten menjaga mutu terbaik dari produk, menjaga kualitas layanan dengan begitu kita bisa meningkatkan taraf ekonomi dan membangun kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform