Suparto Wijoyo Koordinator MSHP Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Nara Sumber dari program Ranah Publik

image
By Pasca On Wednesday, February 07 th, 2018 · no Comments · In

Ingat, era jahiliyah itu bukan era dimana masa orang-orang bodoh hadir, akan tetapi adalah era dimana orang-orang cerdas ada akan tetapi belum mendapatkan hidayah, Suparto Wijoyo Koordinator Magister Sains Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga saat menjadi nara sumber dari program Ranah Publik, rabu 7 februari 2018 di Suara Muslim Radio Network.

Pada era Jahiliyah kita mengenal cara aksi massa dengan keroyokan yang bertujuan untuk menghilangkan jejak hukum, maka bila kita urut dari peristiwa tahun 1948, 1965, 1998 dengan kasus ninja di Banyuwangi dan di era saat ini kasus yang menimpa para ulama di Jawa Barat muncul sebuah sistem penghilangan jejak hukum dengan jalan menggunakan orang gila.

Seharusnya menjadi tanda tanya besar, kok bisa seorang gila melakukan teror dan penyerangan tepat pada satu tokoh sentral, bukan secara acak dan ditempat umum pada waktu yang biasa, maka wajar hal ini melahirkan asumsikan bahwa kini telah muncul “orang gila” yang memiliki kemampuan 
masif, sistematis dan terstruktur dan mengapa selalu terjadi di era-era terjadinya perebutan kekuasaan (tahun politik).

Berkaca pada tahun 1998 hingga 2000 dimana tim pencari fakta dari beragam organisasi dewan dakwah dan termasuk ormas besar di Indonesia menemukan bahwa pada kasus tersebut ada orang gila yang melakukan persekutuan (koalisi)
untuk melakukan penyerangan dan pembunuhan kepada para ustadz dan ustadzah serta tokoh-tokoh utama masyarakat dan ini terjadi di tahun perebutan kekuasaan.

Menyikapi hal tersebut maka Umat Islam harus melek politik, selain karena dunia politiklah yang melahirkan berbagai kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti penentuan TDL, BBM, PAJAK dan masih banyak lagi lainnya, dengan “melek” politik umat bisa membaca situasi dan kondisi serta membangun kewaspadaan dan yang paling utama adalah menjaga kewarasan dalam berpikir.

%d bloggers like this: