KURIKULUM ILMU KEPOLISIAN

By deddy Triono On Friday, December 08 th, 2017 · no Comments · In

ProgramStudi (Prodi) Magister Kajian Ilmu Kepolisian (KIK) merupakan   salah satu prodi baru di lingkungan Pascasarjana Universitas Airlangga. Prodi Kajian Ilmu Kepolisian Pascasarjana Universitas Airlangga merupakan hasil kerjasama dengan Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia.

Pendidikan Magister Kajian Ilmu Kepolisian (KIK) ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga (UA) Nomor 8979/H3/KR/2012 tentang Pendirian Program Studi Magister Kajian Ilmu Kepolisian (KIK), serta Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga (UA) Nomor 26/UN3/KR/2013 tentang Ijin Penyelenggaraan Program Studi Magister Kajian Ilmu Kepolisian (KIK) UA. Penetapan Rektor ini sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Universitas Airlangga sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2006

Prodi ini menawarkan pendidikan di bidang Ilmu kepolisian  yang akan mampu menghasilkan peserta didik yang berkemampuan akademik yang bermutu internasional. Menghasilkan lulusan Magister Sains (M.Si) yang unggul dan mampu bersaing secara nasional, regional dan internasional di bidang ilmu kepolisian, serta mengembangkan dan menerapkan ilmu kepolisian untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

KurikulumProgram Studi Magister  KIK  Universitas Airlangga tidak berbeda jauh dengan kurikulum KIK Universitas Indonesia, yang didesain berdasarkan kompetensi yang telah disesuaikan dengan ekspektasi pasar kerja dan disesuaikan dengan kurikulum Pascasarjana Universitas Airlangga. Kurikulum dimaksud menawarkan 3 (tiga) minat studi, yaitu (1) Minat Managemen Security, (2) Minat Hukum Kepolisian dan (3) Administrasi Kepolisian.  Penyelenggaraan Prodi KIK Universitas Airlangga menggunakan Sistem Kredit Semester sebagai upaya menunjang dan menopang efisiensi pendidikan sesuai dengan sistem pendidikan nasional.

Fenomena kejahatan yang terjadi di masyarakat serta penegakan hukum yang belum maksimal telah mendorong sebagian besar unsur di masyarakat mencoba  mencari pengetahuan dan informasi mengenai bagaimana ilmu kepolisian dapat berkembang sehingga berpengaruh pada kesadaran masyarakat terhadap penegakan hukum. Perubahan yang ada ini membuat pasar (market place) yaitu masyarakat, kalangan pemerintahan dan parlemen, pihak industri dan perusahaan di Indonesia mempunyai ekspektasi yang lebih terhadap mutu/kualitas dari lulusan suatu universitas untuk turut berperan dalam mengatasi masalah tersebut. Mereka menuntut para lulusan yang profesional untuk menghadapi tantangan kemajuan jaman dan globalisasi

1.1 Visi Program Studi 

Kajian Ilmu kepolisian adalah:

Menjadi Pusat Unggulan Akademik Di bidang Ilmu Kepolisian Indonesia, yang mandiri, inovatif, terkemuka di tingkat regional daninternasional, pelopor pengembangan ilmu pengetahuan, berdasarkan moral dan agama dalam menghadapi tantangan – tantangan yang ada dalam masyarakat sehubungan dengan masalah sosial, keamanan, kejahatan dan keadilan.

1.2 Misi Program Studi

Misi Program Studi  Kajian Ilmu  Kepolisian adalah:

  1. Menyelenggarakan Pendidikan di bidang Ilmu Kepolisian yang mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik yang bermutu Internasional.
  2. Menghasilkan Lulusan Magister Sains yang unggul, memiliki kemampuan akademik tinggi, kreatif, dinamis, professional dan berdaya saing tinggi, serta mengembangkan dan menerapkan ilmu kepolisian untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Menyelenggarakan penelitian hukum untuk menunjang pengembangan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
  3. Mengupayakan kemandirian dalam pelaksanaan Tri Dharma PerguruanTinggi melalui pengembangan kelembagaan manajemen yang berorientasi pada mutu dan kemampuan bersaing secara nasional

1.3 Profil Lulusan

Program Studi Magister Kajian Ilmu Kepolisian Program Pascasarjana Universitas Airlangga akan menghasilkan lulusan yang memiliki profil, peran dan ciri sebagai :

  1. Communicator
  2. Decision Maker.
  3. Arbiter
  4. Adaptif
  5. Mandiri
  6. Researcher

1.4 Capaian Pembelajaran (Learning Outcome) dan sub Capaian pembelajaran

Capaian pembelajaran dari Program Studi Magister Kajian Ilmu Kepolisian, tidak hanya mengacu pada Visi, Misi, dan Profil lulusan, tetapi juga mengacu pada tuntutan capaian pembelajaran yang ditentukan oleh KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) yang dikeluarkan oleh DIKTI.

Selanjutnya setelah menyelesaikan pendidikan diProgram Studi Magister Kajian Ilmu Kepolisian pada Program Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, diharapkan  lulusan akan mampu :

A.  Mampu menggali informasi serta menjalin komunikasi dengan masyarakat dan aparat penegak hukum lain secara profesional serta mampu merumuskan kebijakan terkait dengan permasalahan sosial dan hukum (Communicator).

  1. memiliki keahlian di bidang teori dan praktik terkait dengan kajian Ilmu Kepolisian sebagai bekal untuk menggali informasi serta menjalin komunikasi dengan masyarakat maupun aparat penegak hukum lain secara benar dan bertanggung jawab.
  2. mengidentifikasi dan mengkategorikan informasi yang masuk terkait dengan masalah social dan hukum serta mampu berkoordinasi lintas keilmuan, maupun dengan masyarakat/klien terkait masalah social dan hukum .
  3. membantu dan mendiskusikan serta merumuskan kebijakan yang terkait dengan permasalahan social dan hukum secara profesional yang sekiranya membawa manfaat masyarakat dan aparat penegak hukum lain

B. Mampu memecahkan masalah, membuat keputusan serta mengambil kebijakan, baik pada tataran unit, bagian pada instansi pemerintah maupun instansi swasta (Desicion maker).

  1. menginventaris, memetakan serta menganalisis masalah sosial dan hukum dari sudut pandang hukum dan non hukum.
  2. menerapkan metode yang tepat dalam menyelesaikan masalah social dan hukum berdasarkan bukti ilmiah dan bukti nyata, akurat serta dapat dipertanggung jawabkan.
  3. membuat dan mengambil keputusan dengan benar, tepat serta bermanfaat bagi masyararakat maupun institusi yang membutuhkan

C. Mampu menyelesaikan permasalahan sosial dan hukum secara profesional  dan proporsional dengan tetap menjaga etika dan moral agama (Arbiter).

  1. membuat serta mencatat permasalahan yang diajukan oleh masyarakat
  2. mengidentifikasikan konsep, prinsip dan kaidah dasar yang terkait dengan permasalahan social yang dihadapi;
  3. Memberikan argumentasi atas masalah-masalah sosial dan hukum dari pendekatan hukum dan non hukum dengan tetap memperhatikan etika dan moral agama.

D. Mampu menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam masyarakat (Adaptif)

  1. menganalisis perkembangan masalah sosial dan kriminalitas yang terjadi di masyarakat;
  2. mengimplementasikan peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai harapan serta bermanfaat bagi kehidupan masyarakat

E. Mampu mengelola instansi di berbagai daerah maupun sebagai legal staff pada instansi tersebut (Mandiri).

  1. memiliki kemampuan tata laksana organisasi yang baik dan benar, terpadu serta holistic guna menangani masalah-masalah sosial dan hukum
  2. mengidentifikasi permasalahan sosial dan hukum.
  3. menyiapkan gelar perkara serta menyiapkan dan membuat draft  legal opinion yang dibutuhkan serta bermanfaat bagi instansi pemerintah maupun swasta secara benar dan bertanggung jawab.

F. Mampu melakukan penelitian mandiri atau tergabung dalam tim peneliti pada lembaga penelitian terkait di bidang administrasi, sosial dan hukum yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan secara professional, dengan menjaga etika (Researcher).

  1. membuat proposal penelitian di bidang sdministrasi, sosial dan hukum sesuai dengan permasalahan yang dihadapi secara benar
  2. melaksanakan dan membuat laporan hasil penelitian di bidang administrasi, sosial dan hukum
  3. menyusun karya ilmiah teruji, original serta diakui secara nasional maupun internasional dalam bentuk publikasi hasil penelitian secara saintifik pada jurnal ilmiah yang terakreditasi.