Seminar & Workshop Pekan Ilmiah Forensik 2 tahun 2019

image
By usi_pasca On Thursday, September 12 th, 2019 · no Comments · In

Pekan Ilmiah Forensik 2

Penerapan Multidisiplin Ilmu dalam Bidang Forensik di Indonesia”

Perkembangan jaman memberikan dampak berkembangnya ilmu forensik. Berbagai macam cabang ilmu forensik semakin berkembang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ahli forensik berperan untuk mencari tahu barang bukti ataupun jasad korban dari suatu kejahatan. Oleh karena itu, ahli forensik memiliki peran yang penting dalam mengungkap suatu kejahatan.

Barang bukti dan tempat kejadian perkara merupakan sumber utama bagi ahli forensik dalam memperoleh informasi. Ahli forensik dapat membuktikan bahwa ternyata kejahatan dapat meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri, mulai dari bercak darah hingga sidik jari. Seorang ahli forensik akan melakukan pemeriksaan jenazah atau barang bukti berdasarkan permintaan tertulis, baik dari penyidik kepolisian atau instansi lain.

Pada Pekan Ilmiah Forensik 2 yang diselenggarakan oleh program studi Magister Ilmu Forensik Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga menghadirkan acara seminar nasional dan workshop, mengangkat tema besar “Penerapan Multidisiplin Ilmu dalam Bidang Forensik di Indonesia”. Berdasarkan kajian ilmu forensik, dalam pengungkapan suatu kasus kejahatan diperlukan lebih dari satu bidang ilmu untuk mengungkap penyebab dan pelaku kejahatan. Pada kesempatan kali ini tema yang diangkat menyesuaikan dengan nafas kajian ilmu forensik sendiri yakni keilmuan yang multidisiplin. Oleh karena itu, melalui tema yang dibahas acara seminar dan workshop ini dapat memberikan wawasan baru dari sudut pandang berbagai ilmu seperti kedokteran gigi, antropologi, biologi, psikologi dalam memecahkan masalah kejahatan.

Bentuk kegiatan pada Pekan Ilmiah Forensik 2 (PIF 2) berupa seminar dan workshop yang dapat diikuti oleh seluruh akademisi, ahli, penegak hukum dan mahasiswa yang berasal dari bidang forensik. Sebelum kegiatan seminar dan workshop utama terlaksana, akan dilaksanakan pula kegiatan pra acara berupa bincang santai dan workshop. Adapun topik bincang santai yang diangkat meliputi pengenalan ilmu forensik, sementara materi workshop yang disampaikan berupa penentuan jenis kelamin dan estimasi usia melalui tulang dan gigi.

Pemaparan seminar yang diangkat berbentuk pidato utama dan panel. Dalam acara ini adapun pidato utama disampaikan oleh Kepala Pusat INAFIS Bareskrim POLRI. Judul pidato utama yang disampaikan adalah Penerapan Multidisiplin Ilmu dalam Bidang Forensik dari Sudut Pandang Akademisi dan Praktisi di Indonesia.

Panel seminar terbagi menjadi tiga, dengan jumlah pembicara dalam satu panel terdiri dari dua hingga tiga pembicara. Tema setiap panel dirumuskan berdasarkan rangkaian kejadian bencana massal. Panel disusun dari yang sifatnya umum ke khusus, dimana masing -masing pembicara saling terkait satu sama lain. Pemaparan materi diberikan oleh akademisi  dan praktisi yang berpengalaman dalam penegakan hukum melalui kesaksian ilmiah.

Selain menyampaikan topik seminar, penyampaian topik workshop juga perlu diuraikan. Adapun workshop dibagi berdasarkan ilmu-ilmu yang ada dalam keilmuan forensik yakni biologi forensik, odontologi forensik, antropologi forensik, dan DVI (disaster victim identification). Workshop kali ini pula menekankan pada porsi praktek yang lebih banyak dibanding porsi penyampaian teoritisnya.

#pascahebat

#pascakeren

%d bloggers like this: