Anggi Mopri, Lulus Terbaik S2 Pascasarjana UNAIR dengan IPK Sempurna

image
By Pasca On Wednesday, March 07 th, 2018 · no Comments · In

UNAIR NEWS – Alumus S2 Bioteknologi Perikanan dan Kelautan ini menjadi wisudawan terbaik Sekolah Pascasarjana pada wisuda lulusan Universitas Airlangga edisi Maret 2018. Pria kelahiran Luwuk, 29 Mei 1989, itu menyelesaikan studinya dengan IPK 4,00, sempurna.

“Saya sangat senang dan mengucap puji, hormat, dan syukur kepada Allah, Bapa, Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus bahwa perjuangan selama ini dapat membuat saya menjadi wisudawan terbaik,” tuturnya kepada Unair News.

Dalam menyelesaikan studinya, dia mengambil topik fermentasi bahan bakar biologis (biofuel). Penelitiannya memiliki urgensi lantaran kebutuhan bahan bakar yang dapat diperbarui dan ramah lingkungan, saat ini jadi sorotan nasional dan internasional.

Baginya, tuntutan hasil penelitian untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan ide pemanfaatan bahan alam jarang digunakan, memberikan tantangan. Anggi mengakui, untuk mendapatkan bahan penelitian tanaman laut Lamun Enhalus acoroides di Raja Ampat, dirinya banyak dibantu keluarganya di Sorong.

Selama belajar, dia juga aktif di Bina Antarbudaya Surabaya yang bergerak dalam pertukaran pelajar sejak 2006. Sejak 2016, Anggi diberi kepercayaan menjadi presiden di organisasi itu. “Setiap tahun kami menyeleksi siswa SMA Indonesia untuk tinggal dan bersekolah di luar negeri, juga menerima siswa asing untuk tinggal dan bersekolah di Indonesia,” terangnya.

Meski sibuk, ia menjujung tinggi prinsip “The greatest wealth is health”. Sesibuk apa pun dalam memenuhi deadline, kesehatan perlu diperhatikan. Dengan motivasi keluarga, Anggi berupaya menjalani kuliah dengan hasil yang maksimal.

Menurutnya, kuliah adalah meningkatkan integritas diri melalui pendidikan. Integritas itu yang berpengaruh dunia profesional. Terlepas dari itu, dia bisa bertemu kawan-kawan dari jurusan lain yang mutlidisiplin. Itulah yang membuatnya berkembang di bidang lainnya.

“Selama ini banyak orang yang membantu hingga titik ini. Jadi, kebaikan ini harus membuat saya bermanfaat bagi orang lain. Salah satunya, menciptakan lapangan kerja,” ungkapnya. (*)

Penulis : Nur Umami

%d bloggers like this: